11 Apr 2016

Menristek/Kepala BRIN Dorong Pengembangan Ekosistem Riset dan Inovasi

Surabaya, 10 November 2019 – Usai menjadi pembina upacara, Menristek Bambang juga menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember ke-59 di Graha ITS. Dalam orasi ilmiah tersebut Menteri Bambang menyampaikan rasa optimisnya Indonesia akan menjadi 10 besar perekonomian dunia pada tahun 2030 (saat ini di urutan 16). Hal ini terlihat melalui proyeksi ‘World Bank’ mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5,3 %. Untuk mewujudkan hal tersebut Ia menyebutkan, Kemenristek/BRIN akan terus mendukung upaya penumbuhan budaya inovasi, serta menciptakan ekosistem inovasi nasional ujar Menristek saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember(ITS) Ke-59 di Surabaya pada Minggu (10/9/2019). Hadir dalam acara tersebut Rektor ITS Mochamad Ashari, Plt Deputi Bidang Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Inovasi Industri Santosa Yudo Warsono, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, para Dosen dan Mahasisw/i di lingkungan kampus ITS.

Menristek juga mengunjungan Pusat Unggulan Iptek, Sistem Kontrol Otomotif (PUI SKO) dan Teaching Industry Gesits, dimana karya inovasi mobil listrik nasional (Molina) dan sepeda motor listrik Gesits yang dibuat langsung oleh peneliti dan mahasiswa ITS. Dua jenis kendaraan itu dianggap memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai alat transportasi. Selain kendaraan yang diciptakan itu ramah lingkungan sehingga sejalan dengan misi Indonesia untuk menekan emisi gas rumah kaca, harga kendaraan tersebut diperkirakan juga lebih terjangkau oleh masyarakat.

Menristek juga mengunjungi Research Center (PUI Kreatif Industri Dan Hasil Riset ITS), Bambang mengapresiasi perkembangan ITS yang telah berkontribusi melahirkan ratusan ribu lulusan sarjana serta menghasilkan produk – produk invensi dan inovasi untuk mendukung pembangunan nasional sekarang dan di masa yang akan datang.

Disamping itu, Bambang Brodjonegoro melihat Balai Hidrodinamika BPPT yang merupakan fasilitas rekayasa teknologi bidang perkapalan dan bangunan apung lainnya yang dilengkapi dengan fasilitas modern berskala industri dan terbesar di Asia Tenggara.

Fasilitas tersebut antara lain Towing Tank (TT), Manouvering Ocean Engineering Basin (MOB) dan Cavitation Tunnel (CT) serta fasilitas pendukung lainnya yaitu Bengkel Model Kapal, Bengkel Mesin, Bengkel Model Propeller dan Drawing Office. Dalam menjalankan fungsinya. Balai Teknologi Hidrodinamika mempunyai tugas melaksanakan pelayanan jasa pengujian bidang hidrodinamika untuk kapal dan bangunan apung lainnya.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Bambang PS Brodjonegoro juga melihat Fasilitas Stem Cell, Dentolaser, Alergen dan Teaching Industry Rumput Laut di Universitas Airlangga. Stem cell dan kapsul cangkang terbuat dari rumput laut berhasil dikembangkan oleh peneliti dari Unair. Dengan adanya produksi stem cell di dalam negeri diharapkan masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar Indonesia. Selain harganya pun jauh lebih murah jika dibandingkan di negara lain, kapsul cangkang juga merupakan jawaban untuk kehalalan suatu produk medis.

Dalam rangka pelaksanaan strategi ini diperlukan dukungan penuh semua pihak untuk membawa hasil-hasil riset menjadi inovasi yang selanjutnya dikembangkan bisnis-bisnis baru atau membantu industri nasional dalam meningkatkan daya saingnya. Menurut Bambang, ITS telah membangun ekosistem inovasi yang sangat baik sehingga mampu menghasilkan karya – karya inovatif, contohnya: sepeda motor listrik Gesits, automatic identification system, alat bantu rehabilitasi pasien medik, dan lain-lain. Diharapkan ke depan akan lebih banyak produk inovasi yang dihasilkan.
Kemenristek/BRIN akan terus mendukung upaya penumbuhan budaya inovasi, serta menciptakan ekosistem inovasi nasional.