13 Apr 2016

Hakteknas Ke-25 Menjadi Momentum Penguatan Kolaborasi

Key Message : Kemenristek/BRIN memperingati seperempat abad Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) melalui upaya mendorong inovasi sebagai solusi berbagai persoalan bangsa. Dengan kolaborasi triple helix, Kemenristek/BRIN meluncurkan Program Kolaborasi Desa Berinovasi, Strategi Nasional (Stranas) Kecerdasan Artifisial (KA), Katalog Elektronik Sektor Produk Inovasi, dan Produk Prioritas Riset Nasional (Katalis Merah Putih, Garam Industri Terintegrasi, PUNA MALE Kombatan, dan Pesawat N219A). Selain itu, disampaikan pula perkembangan produk riset dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19, terutama perkembangan Vaksin Merah-Putih. Berbagai upaya tersebut merupakan simbol kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Jakarta – Senin, 10 Agustus 2020, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-25 atau seperempat abad. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan peringatan tahun ini menjadi momentum penguatan kolaborasi tiga pihak (triple helix) dalam mewujudkan kemandirian nasional dan menjadikan inovasi sebagai solusi berbagai persoalan bangsa.

Mengingat situasi pandemi, acara peringatan sekaligus peluncuran program diselenggarakan dalam bentuk perpaduan tatap muka terbatas dan telekonferensi. Peringatan HAKTEKNAS ke-25 juga terbuka dan dapat disaksikan masyarakat luas melalui siaran langsung di YouTube Kemenristek/BRIN (https://www.youtube.com/KemenristekBRIN) dan televisi nasional.
Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-25, akan diisi dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rentang Agustus sampai November 2020, mulai dari peluncuran produk penelitian dan inovasi strategis, seminar, hingga bakti inovasi.

HAKTEKNAS ke-25 mengusung tema “Inovasi sebagai Solusi” dengan sub tema keunggulan riset dan inovasi untuk meningkatkan “Kemandirian Bangsa Indonesia”.

Tujuan peringatan ini, adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat tentang perlunya budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan inovasi dalam kehidupan sehari-hari; mendorong inovasi untuk menjadi solusi berbagai persoalan bangsa serta meningkatkan daya saing, kemandirian dan pertumbuhan ekonomi; mengapresiasi pencapaian inventor dan inovator Indonesia; mensosialisasikan hasil-hasil IPTEK, dan inovasi kepada masyarakat luas; mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan IPTEK dan inovasi; dan memperkuat kolaborasi antara kelembagaan IPTEK (akademisi/peneliti, pelaku usaha, pemerintah, serta lembaga penunjang).

Setelah meluncurkan produk-produk inovasi penanganan Covid-19, Kemenristek/BRIN bersama pemangku kepentingan terkait terus berupaya agar produk-produk inovasi mampu menjadi solusi berbagai masalah di masyarakat. Produk-produk hasil litbangjirap pun terus didorong agar sampai ke tahapan komersialisasi, sehingga dapat diproduksi secara massal oleh industri/UMKM. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara sisi pelaku litbangjirap dengan pelaku usaha terus diperkuat.
“Berbagai upaya kita lakukan untuk terus memperkuat program hilirisasi hasil-hasil riset, sehingga akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat atas produk inovasi dalam negeri hasil riset dan rekayasa anak bangsa,” ujar Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro pada acara puncak HAKTEKNAS Ke-25 di Auditorium Gedung BJ Habibie, Kemenristek/BRIN, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Disebutkan, terdapat 4 dari 49 Prioritas Riset Nasional yang telah dikembangkan oleh Kemenristek/BRIN dan dalam proses masuk kedalam Proyek Strategis Nasional, yaitu Katalis Merah Putih, Garam Industri Terintegrasi, PUNA MALE Kombatan, dan Pesawat N219A.

Katalis Merah-Putih : Sebagai upaya mendukung Kemandirian Energi Nasional, Katalis Merah-Putih merupakan teknologi untuk mengolah minyak sawit menjadi bensin, solar, maupun avtur untuk mengurangi impor BBM dan bekerja sama dengan masyarakat sekitar melalui peran Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat. Kandungan bahan bakar fosil dapat digantikan oleh biohidrokarbon 100% dari minyak sawit dengan Katalis Merah Putih. Dengan keberhasilan ini, Indonesia sudah bisa dan mampu bila ingin meningkatkan produksinya dari B30 menjadi B30D10 atau bahkan B30D20.

Garam Industri: Sebagai upaya Swasembada Garam Nasional 2021 (substitusi impor garam industri dan bahan baku obat), saat ini sudah dilakukan trial production pilot plant pabrik garam industri terintegrasi di Manyar – Gresik dengan kapasitas 40 ribu ton/tahun dan menghasilkan garam industri dengan harga 2-4 kali lipat lebih tinggi dari garam krosok yang murah. Pabrik ini sudah menerapkan Internet of Things dan direncanakan akan diresmikan pada September 2020. Pabrik Garam industri ini akan terintegrasi dengan pabrik pengolahan hasil samping produksi dan limbah cair penggaraman dengan kapasitas 10 ribu m3/tahun sehingga dapat menghasilkan produk bahan baku obat/farmasi dan minuman isotonik.

Puna MALE Kombatan: Untuk menuju Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional, Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam yang berkemampuan terbang selama 24 jam dengan dilengkapi senjata hasil produksi PT. Dirgantara Indonesia. Pesawat ini berfungsi dalam sistem pertahanan maritim, sebagai: penginderaan, pemantauan, pengawasan, pengintaian dan intelijen (P4I), serta penindakan terhadap ancaman maritim. Saat ini, PUNA MALE Elang Hitam sedang dalam proses memperoleh Sertifikat Tipe dari Indonesia Military Airworthiness Authority (IMAA).

Pesawat Amphibi N219A : Untuk mendukung program Tol Laut, Kemenristek/BRIN mengembangkan pesawat angkut berjenis Amphibi N219A dengan teknologi composite (smart, light, and green technology). Pesawat N219A memiliki komponen desain bentuk float yang optimum untuk perairan di Indonesia. Pesawat ini difungsikan untuk berbagai keperluan, seperti: pesawat penumpang, kargo, charter industri lepas pantai, SAR dan bencana, hingga pelayanan kesehatan (ambulans udara).

Selain produk PRN di atas, produk-produk litbangjirap yang sangat unggul antara lain :

Smart Farming: Untuk Kemandirian Pangan Nasional, kegiatan riset dan inovasi difokuskan pada digitalisasi dan smart farming. Beberapa inovasi mencakup tata kelola data pangan berbasis IT, pemetaan lahan menggunakan drone dan satelit, solar power untuk pertanian, serta sistem pemantauan kualitas pangan secara otomatis. Selain itu, kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi produksi harus diperkuat pula melalui teknologi agro-maritim dan transformasi digital.

Bank Data Penginderaan Jauh Nasional: Untuk memberikan layanan data berbagai resolusi spasial dan resolusi temporal kepada para pemangku kepentingan, Kemenristek/BRIN melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membangun Bank Data Penginderaan Jauh Nasional. Hal ini merupakan upaya untuk memberikan satu sistem layanan data penginderaan jauh yang terintegrasi, mulai dari akuisisi, pengolahan, pengelolaan hingga distribusi data satelit penginderaan jauh.

Transformasi Layanan Digital: Dalam bidang e-Government demi mendorong tata kelola pemerintahan untuk reformasi birokrasi, Kemenristek/BRIN melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berkontribusi dengan melakukan upaya transformasi layanan digital untuk penganggaran terpadu, puskesmas, pemilu, pelayanan satu pintu, dan sebagainya. Pada proses digitalisasi ini BPPT telah melakukan berbagai hal penting seperti penguatan infrastruktur TIK, peningkatan literasi TIK, dan mengamankan pertukaran data dalam menjamin keaslian dan integritas data.

Dalam merespons pandemi COVID-19 dan sebagai upaya kemandirian bangsa dalam bidang alat kesehatan dan bahan baku obat, Kemenristek/BRIN terus berupaya melakukan kegiatan litbangjirap, untuk memperbaiki dan menghasilkan produk inovasi. Dalam peringatan HAKTEKNAS ini, disampaikan pula perkembangan produk riset dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19, antara lain:

Ventilator: Lima ventilator yang telah mendapatkan izin edar, hasil inovasi ITB-Salman-Unpad, UI, LIPI, BPPT, dan PT Dharma, telah diproduksi lebih dari 1.000 ventilator, sebagian besar merupakan bantuan untuk masyarakat dan telah disalurkan ke rumah sakit di seluruh Indonesia. Selanjutnya Tim Jogja, dipimpin UGM, menghasilkan tipe ventilator ICU yang telah lulus uji Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan Kemenkes.

Rapid Diagnostic Test (RDT): Inovasi Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk deteksi IgG/IgM terhadap SARS-CoV-2, kerja sama BPPT, UGM, dan Unair. Hasil inovasi ini diproduksi oleh perusahaan dalam negeri dengan kapasitas pada Agustus sebanyak 350 ribu/bulan, dan kedepannya ditingkatkan menjadi 1 – 20 juta/bulan.
Segera, juga akan diluncurkan rapid test IgG dan IgM secara terpisah.
PCR Test Kit : Perlengkapan PCR test kit yang dikembangkan telah diproduksi Bio Farma sebanyak 1,4 juta kit/bulan, dan pada September akan menjadi 2 juta kit/bulan.

Alat Deteksi Dini COVID-19 :

Reverse-Transcriptase Loop-Mediated Isothermal Amplification (RTLAMP) Turbidity Saat ini sedang disiapkan test yang diharapkan dapat setara dengan PCR, yaitu ReverseTranscriptase Loop-Mediated Isothermal Amplification (RTLAMP) Turbidity, inovasi LIPI. Metode RT-Lamp memiliki kelebihan yaitu lebih memungkinkan dilakukan di Faskes dengan fasilitas yang lebih sederhana dengan hasil kuantitatif dan kualitatif. Metoda ini dapat direalisasikan dengan lebih cepat dan luas. Diharapkan akhir Agustus tes ini dapat digunakan.

Microchip Surface Plasmon Resonance (SPR) inovasi deteksi dini COVID-19 berbasis Microchip Surface Plasmon Resonance (SPR) kerja sama BPPT, ITB dan UNPAD, yakni teknik deteksi yang memiliki reprodusibilitas tinggi, real time, dan relatif murah. Reagen utamanya dapat kita produksi sendiri dan hanya butuh satu jenis reagen utama, sehingga lebih efisien. Selain itu, pemrosesan deteksi virus langsung dan kecepatan deteksi yang lebih cepat, 30 menit sampai maksimal 2 jam. Saat ini sudah ada mitra swasta yang siap bekerjasama.

Mobile Lab BSL-2 : Mobile Lab BSL-2 karya BPPT telah dipesan sejumlah 12 buah oleh berbagai pihak. Kini tim BPPT sedang membuat versi mobil berbasis bus yang lebih user-friendly dan murah. Mobile Lab BSL-2 telah memenuhi Standar WHO (BSL 2+), memenuhi standar laboratorium pengujian dengan sertifikasi Kemenkes tentang laboratorium klinik, mudah dipindah tempatkan, dan dilengkapi Aplikasi Pantau COVID-19.

Sel Punca (Stem Cell) : Tim Sel Punca RSCM-FKUI-Kimia Farma telah melaksanakan uji klinis fase-3. Produk sel punca telah diujicobakan sebagai terapi adjuvant pada pasien COVID-19 derajat kritis untuk mengatasi badai sitokin, melalui kemampuan imunomodulasi pada sel punca. Produk ini diharapkan dapat memperoleh izin edar dari BPOM tahun ini.

Vaksin Merah-Putih : Sebagai upaya Kemandirian Kesehatan dan Bahan Baku Obat Nasional, pengembangan Vaksin Merah-Putih terhadap semua strain virus COVID-19 terus dilakukan. Saat ini, upaya produksi protein rekombinan untuk membuat vaksin telah diselesaikan. Tim Vaksin Merah-Putih juga akan mencoba platform lainnya. Tidak terbatas pada Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, para peneliti vaksin terbaik dari berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah non-kementerian (LPNK), Kementerian/Lembaga, dan badan usaha akan turut melaksanakan tugas mulia ini.
Imunomodulator: Produk Imunomodulator berbahan herbal yang merupakan kombinasi dari jahe merah, sambiloto, meniran, sembung, dan jamur cordyceps. Hasil penelitian membuktikan bahwa senyawa aktif dari berbagai herbal asli Indonesia yang telah digunakan sejak zaman dahulu oleh masyarakat kita, dapat memulihkan respon imun, menekan peradangan, dan melawan infeksi virus. LIPI bersama mitra dan asosiasi terapi tradisional Indonesia melakukan riset dari proses skrining, uji in silico, penentuan kandidat, dan uji klinis. Saat ini uji klinis beberapa herbal masih berlangsung di RS Darurat Wisma Atlet.

Hadir dalam acara puncak peringatan HAKTEKNAS ke-25 di Auditorium Gedung BJ Habibie antara lain :

1. Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
2. Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi VII DPR Republik Indonesia
3. Bambang Setiadi, IPU., Ketua Dewan Riset Nasional
4. Hammam Riza, Kepala BPPT
5. Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN
6. Jazi Eko Istiyanto, Kepala BAPETEN
7. Anhar Riza Antariksawan, Kepala BATAN
8. Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI
9. Kukuh S. Achmad, Kepala BSN
10. Roni Dwi Susanto, Kepala LKPP
11. Mego Pinandito, Plt. Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama Kemenristek/BRIN
12. Muhammad Dimyati, Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN
13. Jumain Appe, Plt. Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN
14. Ali Ghufron Mukti, Plt. Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Kemenristek/BRIN
15. Ismunandar, Plt. Staf Ahli Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristek/BRIN
16. Yusrial Bachtiar, Plt. Inspektur Utama Kemenristek/BRIN
17. Reini Wirahadikusumah, Rektor Institut Teknologi Bandung
18. Arif Satria, Rektor Institut Pertanian Bogor

SELAMAT HARI KEBANGKITAN TEKNOLOGI NASIONAL KE-25
INOVASI INDONESIA SEBAGAI SOLUSI