13 Apr 2016

Konsorsium Serahkan Hasil Penelitian pada BNPB

Key message: Konsorsium COVID-19 menyerahkan bantuan berupa hasil penelitian dan inovasi kepada BNPB antara lain 4.000 hand sanitizer dan sepuluh mobile hand washer. Dalam waktu dekat, Konsorsium COVID-19 juga akan merampungkan dua jenis kit deteksi cepat virus Corona dan portable ventilator. Sinergi lembaga penelitian Kemenristek/BRIN juga mencakup broadcast message melalui satelit LAPAN, pemberian pelatihan deteksi virus Corona bagi tenaga laboratorium oleh LIPI, dan fasilitas Wisma Tamu Puspiptek.

Jakarta – Konsorsium riset dan inovasi untuk mencegah, mendeteksi, dan merespon secara cepat penyakit COVID-19 yang dibentuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) turut berkontribusi dalam membantu penanggulangan COVID-19 dengan mengembangkan dan menyerahkan hasil-hasil inovasi dari Konsorsium COVID-19 tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Inovasi yang saat ini sudah dapat diserahkan mencakup gel hand sanitizer dan mobile hand washer. Inovasi lainnya saat ini sedang dikembangkan agar dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan COVID-19.

“Kemenristek/BRIN terus mengerjakan riset dan inovasi untuk menanggulangi COVID-19. Di sini saya menekankan pentingnya riset yang dapat langsung digunakan masyarakat dalam waktu dekat,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro saat memberikan arahan.

Hasil-hasil riset dan inovasi dari Konsorsium COVID-19 diserahkan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo untuk didistribusikan kepada masyarakat, rumah sakit, dan tenaga medis yang membutuhkan.

Konsorsium COVID-19 yang dikoordinasi oleh Kemenristek/BRIN dalam kesempatan ini menyerahkan sepuluh unit mobile hand washer atau tempat cuci tangan yang mudah dipasang dari bahan yang mudah didapatkan masyarakat. Mobile hand washer yang dikembangkan oleh BPPT ini berbahan tangki toren berkapasitas 300 liter, besi siku, pipa, selang, keran, wastafel, sabun, tempat tisu, dan tempat sampah. Masyarakat juga dapat membuat unit mobile hand washer ini sehingga mereka dapat secara rutin mencuci tangan di tempat padat penduduk.

Selanjutnya, pada kesempatan yang sama juga turut memberikan 4.000 botol gel hand sanitizer berukuran 250 mL, hasil inovasi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dibuat sesuai
standar World Health Organization (WHO). Hand sanitizer ini mengandung rheology modifier sehingga berbentuk gel yang dapat dioleskan secara lebih merata pada seluruh tangan dan mengandung humektan yang melembabkan kulit sehingga tidak membuat kulit kering selama digunakan.

Adapun, Konsorsium COVID-19 yang diketuai oleh Plt. Staf Ahli Bidang Infrastruktur Ali Ghufron Mukti ini terdiri dari lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) di lingkungan Kemenristek/BRIN, Balitbang Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perguruan tinggi, diaspora, Ikatan Dokter Indonesia, rumah sakit dan industri yang diarahkan untuk menciptakan inovasi untuk membantu mencegah, mendeteksi, dan merespon COVID-19 dengan dukungan anggaran dari Kemenristek/BRIN.

Pada kesempatan yang sama, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro juga menyampaikan kemajuan dari inovasi yang saat ini dikembangkan Konsorsium COVID-19.

“Selain mengembangkan alat deteksi dan alat yang siap dipakai dalam waktu dekat, berbagai lembaga penelitian dan inovasi di bawah Kemenristek/BRIN juga bersinergi untuk membantu penanggulanan pandemi COVID-19 dengan berbagai cara, mulai dari pelatihan hingga menyediakan broadcast himbauan masyarakat melalui satelit,” papar Bambang Brodjonegoro.

Inovasi dari Konsorsium COVID-19 yang saat ini sedang dikembangkan mencakup dua jenis tes diagnostik. Kit pertama disebut RDT IgG IgM dan kit kedua disebut RDT Micro-chip. Kit yang pertama saat ini sudah dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan dapat diproduksi hingga 100.000 kit dalam waktu sebulan. Hasil tes bisa dilihat dalam waktu 15 menit.

Kit kedua digunakan untuk deteksi awal (early detection) dengan cara mendeteksi antigen atau bagian virus corona yang masuk ke dalam tubuh manusia. Mengingat virus Corona dapat bermutasi dalam penderita yang berbeda, kedua kit ini dikembangkan khusus untuk mendeteksi virus Corona yang sudah menyebar di Indonesia.

Untuk membantu kekurangan ventilator dan berbagai peralatan untuk membantu pernafasan di rumah sakit, BPPT dan berberapa Perguruan Tinggi juga sedang mengembangkan alat bantu pernafasan dan portable ventilator. BPPT mengembangkan portable ventilator ini berbasis bagging bag yang umum dikenal dengan ambu bag. Portable Ventilator BPPT ini mengadopsi desain open source ventilator yang dikembangkan di Eropa dengan modifikasi untuk menyesuaikan dengan material dan komponen yang ada di lokal, serta tambahan sensor dan sistem kontrol untuk memenuhi fungsi dan safety dalam pengoperasiannya. Saat ini BPPT sedang menyelesaikan purwarupa portable ventilator tersebut sebelum usulan sertifikasinya diajukan pada Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan. Setelah mendapat sertifikasi, portable ventilator ini akan diproduksi massal oleh industri nasional untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit pada bulan ini.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga laboratorium yang mampu mendeteksi virus Corona, LIPI juga mengadakan Pelatihan Tim Pemeriksa COVID-19. Pelatihan ini bertujuan memastikan pemeriksa COVID-19 mampu mendeteksi maupun meneliti virus Corona tanpa tersentuh atau terinfeksi virusnya. Pelatihan ini dilakukan di Fasilitas Bio Safety Level-3 berstandar WHO milik LIPI.

Sebagai anggota Konsorsium COVID-19, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) juga turut berkontribusi melalui layanan salah satu satelit buatannya, yaitu LAPAN-A2/LAPAN-ORARI. Satelit ini telah mengirimkan pesan anjuran physical distancing atau upaya menjaga jarak fisik kepada masyarakat melalui frekuensi radio 145.825 MHz. Pesan lain terkait penanggulangan COVID-19 juga dapat dikirimkan melalui satelit ini.

Dalam rangka menyediakan tempat istirahat dan konsumsi bagi para peneliti dan tenaga medis yang berperan dalam penanganan COVID-19, Kemenristek/BRIN berinisiatif menyediakan Wisma Tamu Puspiptek di Serpong, Tangerang Selatan sebagai tempat peristirahatan bagi mereka. Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) sebagai pengelola wisma tersebut menyiapkan fasilitas dan konsumsi bagi para peneliti dan tenaga medis yang ingin beristirahat di Wisma Tamu Puspiptek.

Menristek/Kepala BRIN berharap dengan sinergi dari semua lembaga penelitian dan inovasi di lingkungan Kemenristek/BRIN, penanggulangan wabah virus Corona ini akan segera teratasi.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN