13 Apr 2016

Menristek Dorong Riset dan Inovasi Berdampak kepada Masyarakat dan Sesuai Kebutuhan Pasar

Bandung- Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro membuka pameran poster dan produk-produk inovasi hasil program penelitian, pengabdian kepada masyarakat di Gedung Center for ‘Research and Community Service’ Institut Teknologi Bandung (CRCS ITB), Bandung (12/12).

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden RI Joko Widodo menginginkan produk-produk inovasi menjadi penggerak ekonomi Indonesia, agar Indonesia lepas dari jebakan negara kelas menengah dan menjadi negara maju. Untuk itu Indonesia harus berubah dari negara yang bergantung kepada sumber daya alam (SDA) menjadi negara yang pertumbuhan ekonominya didorong oleh inovasi (innovation driven economy).

“Inovasi itu tidak selalu berkaitan dengan teknologi canggih. Hal sederhana yang berdampak pada masyarakat pun bisa jadi inovasi. Inovasi menjadi ‘mainstream’ dengan dibuktikan portofolio, “ujar Menristek/Ka.BRIN Bambang Brodjonegoro.

Menteri Bambang menjelaskan Kemenristek/BRIN sangat mendukung pengembangan inovasi yang dibutuhkan masyarakat dan pasar. Untuk memfokuskan riset-riset tersebut, pemerintah melalui Kemristek/BRIN menetapkan program Prioritas Riset Nasional yang berisi 49 produk inovasi pada sembilan bidang tematik. Ke sembilan bidang tersebut termasuk:

1. Pertanian dan pangan, mencakup pengembangan pangan fungsional dan bahan berbasis pangan lokal dengan pendekatan teknologi dalam revolusi industri 4.0.

2. Energi, mencakup dekarbonisasi sektor energi.

3. Kesehatan dan obat, mencakup inovasi penyakit degenartif, stem cell, pariwisata kesehatan, obat kanker dengan bahan alam, serta pengembangan institusi kesehatan nasional.

4. Transportasi, mencakup pengembangan kendaraan berbasis listrik atau electric vehicles (EV).

5. Rekayasa keteknikan, termasuk ‘smart self healing pavement’.

6. Pertahanan dan keamanan, termasuk ‘Ground-controlled Interception Radar (GCI)’ dan ‘keamanan siber (cyber security)’.

7. Maritim, mencakup mesin pembuat ‘slurry ice’ dan kapal pelat darat.

8. Sosial humaniora, mencakup membangun SDM unggul dan ekonomi kompetitif berbasis inovasi dengan ‘smart people dan smart economy’.

9. Manajemen kebencanaan (disaster management), salah satunya dengan menerapkan program ‘disaster science and technopark’ dan sistem inovasi manajemen dan kebijakan lingkungan dan kebencanaan nasional yang terintegrasi.

Menteri Bambang Brodjonegoro juga mengatakan dalam mengembangkan hasil riset menjadi inovasi, selanjutnya perlu dikembangkan bisnis baru yang membantu industri nasional dalam meningkatkan daya saingnya.

Di perguruan tinggi sendiri ada tiga unsur yang memegang peran penting dalam membangun ekosistem riset dan inovasi, yaitu tenaga pendidik atau dosen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dan/atau Direktorat Inovasi, dan Wakil Rektor yang menangani kerjasama inovasi dan inkubasi.

Selain itu perguruan tinggi juga perlu mempersiapkan unit bisnis untuk menghilirkan produk inovasi.

Menteri Bambang mengungkapkan bahwa proses penelitian, bukanlah hanya hobi yang dilakukan oleh para peneliti, tetapi penelitian dan pengembangan, perlu berujung pada dihasilkannya produk-produk inovasi untuk memenuhi kebutuhan/ kepentingan masyarakat. Peneliti juga harus memperhatikan unsur penelitian yang tepat guna, bernilai tambah, dan menjadi substitusi impor

“PTNBH memungkinkan perguruan tinggi untuk berbisnis. Hal ini membuka alternatif peluang komersialisasi bagi produk-produk inovasi. Dengan demikian, unit bisnis baru bisa lahir berupa: perusahaan baru di bawah holding perguruan tinggi, startup baru dalam bimbingan inkubator di perguruan tinggi, atau kerjasama dengan industri dengan perjanjian royalti dan lisensi. Bila ketiga unsur ini saling bersinergi menjalankan tugasnya dengan baik, niscaya PTNBH dapat menghasilkan produk-produk inovasi yang bermanfaat dan komersialisasinya memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian PTNBH dapat berfungsi lebih optimal sebagai enterprenuer university, ” tutup Menteri Bambang Brodjonegoro

Dalam kesempatan yang sama Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengatakan dalam mengembangkan inovasi di dalam perguruan tinggi sebaiknya harus ada integritas, disiplin, dan kerjasama. Peneliti juga harus ada komitmen dengan perguruan tinggi, serta harus ada support dari pemerintah dan industri.

Kadarsah Suryadi juga mengatakan dalam bidang penelitian, target umum ITB adalah menjadi universitas penelitian kelas dunia yang berperan sebagai pelopor serta garda terdepan dalam menjawab permasalahan bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing bangsa melalui karya yang diakui dan dihormati oleh masyarakat internasional. Sedangkan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, ITB senantiasa mendorong kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan kerjasama dengan masyarakat sesuai dengan kompetensi akademik yang dimiliki untuk pembangunan bangsa dan berperan serta dalam memberdayakan dan memajukan masyarakat.

Dalam kesempatan ini ITB memamerkan empat hasil inovasi, mencakup:

1. Radar Cuaca Nasional berupa radar tipe pulse dan tipe frequency-modulated continuous-wave radar (FM-CW).

2. Perangkat Base Station dan Smartphone 4G, berupa BTS Small Cell 4G, Smartphone 4G, dan Smart Dashboard untuk kendaraan listrik.

3. Katalis Merah Putih, yang menggabungkan minyak sawit dengan berbagai bahan bakar minyak (BBM).

4. Sistem SmartEdu untuk Kegiatan Belajar Mengajar, berupa dedicated device berupa gawai telah terinstal aplikasi ujian atau test online, docking charging station, dan wifi access point box.

Turut hadir dalam acara tersebut Plt. Deputi Bidang Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Inovasi Industri Kemenristek/BRIN Santosa, Kepala Pusat Meteorologi Maritim Urip Haryoko, Direktur Utama PT INTI Otong Lip, Chief Financial Officer Selaras Citra Nusantara Perkasa Setiyo Bonorowanto, perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta jajaran civitas akademik di lingkungan kampus ITB dan tamu lainnya.