10 Sep 2020

Inovasi Bahan Bakar Nabati Biofuel Indonesia Dan Brazilia

Jakarta – Keberhasilan Pertamina dan ITB mengujicoba produksi green diesel D100 dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) kelapa sawit berkapasitas 1.000 barel perhari di Kilang Pertamina Dumai telah memberi secercah harapan akan bangkitnya kemandirian energi terbarukan di Indonesia. Hal ini diprediksi bahan bakar nabati berbasis sawit akan menjadikan perekonomian Indonesia bergerak lebih cepat untuk pemulihan ekonomi mengingat sektor energi memiliki peranan yang penting dan strategis bagi perekonomian nasional sehingga diharapkan Indonesia dapat meminimalisir perangkap resesi yang kini mulai melanda banyak negara di dunia. Karenanya Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat mendorong inovasi bahan bakar nabati biohidrocarbon sebagai solusi pemenuhan kebutuhan konsumsi bahan bakar dalam negeri yang sejak 2014 mencapai 1,790,000 barrel perhari. Selain bahan bakar biohidrocarbon berbasis sawit akan berperan dalam substitusi import, bahan bakar ini juga memberi peluang pemberdayaan korporatisasi petani sawit rakyat dalam industrialisasi IVO (bahan baku biohidrocarbon) dan kilang-kilang bahan bakar biohidrocarbon stand alone kecil-kecil terintegrasi dengan kebun sawit yang tentunya hal ini akan meningkatkan kesejahteraan hidup para petani sawit rakyat. Bahan bakar nabati biohidrocarbon berbasis sawit merupakan komoditas sumber daya alam terbarukan yang di Indonesia potensi jumlahnya berlimpah.

Karakteristik green diesel D100 sama sekali berbeda dengan biodiesel yang ada di pasaran saat ini yang dikenal dengan istilah B20 atau B30. Green diesel D100 diproduksi dari bahan baku 100% RBDPO yang di-cracking menggunakan Katalis Merah Putih hasil pengembangan ITB dan Pertamina menghasilkan biohidrocarbon beroktan sangat tinggi dengan karakteristik fisika dan kimia sama persis dengan solar yang diproduksi dari bahan bakar fosil, sehingga penggunaan bahan bakar green diesel D100 pada kendaraan tidak akan menurunkan kinerja mesin atau menuntut dilakukan modifikasi tertentu pada mesin sebagaimana yang terjadi pada kendaraan- kendaraan yang diberi asupan biodiesel B30 yang berbasis FAME.Dengan keberhasilan Indonesia mengujicoba produksi green diesel D100 skala industri selanjutnya Indonesia akan mengambil pelajaran dari keberhasilan Brazilia yang telah terlebih dulu mengimplementasikan tebu menjadi bahan bakar nabati berproduksi dalam skala komersial.

Dalam kaitan inilah Kedeputian bidang penguatan inovasi menyelenggarakan webinar The Development of Biofuels Indonesia – Brazil: “Lesson Leamed from The Development of Brazilian Bioethanol -based Biofuel”. masing-masing negara menyajikan teknologi yang digunakan didalam memproduksi bahan bakar nabati. Tampil 5 orang pembicara masing-masing 3 orang pembicara dari Brazilia dan 2 orang pembicara dari Indonesia, Brazilian Ethanol: Environmental, Economic and Social Benefits oleh Mr. Evandro Gussi, (CEO of Brazilian Sugarcane Industry Association – UNJCA), Public Policies for Brazilian Ethanol: Lessons Learned oleh Mr. Plinio Nastari (President of DAT AGRO Consulting), Technological Innovation in the Brazilian Sugarcane Sector oleh Mr. Flavio Castellari (Executive Director of The Latin American Petrochemical and Chemical Association – APLA), Development of Catalysts and Process Technology for Palm-based Biofuels oleh Mr.I.G.B. Ngurah Makertihartha (Palm oil-based Biofuel Development Team -Bandung Institute ofTeknologi), Role-Model “Corporatizing Smallholders Oil Palm Plantation and IVO Milling Unit being Integrated with Fuel Bio-H Industry, enhancing PoNaR (Poverty Alleviation, Narrowing CAD and Resilience of National Energy) oleh Mr. Sabat Sinaga (Executive Director of the Indonesian Vegetable Oil Industry Association – GIMNI).

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan apresiasi terhadap kolaborasi ITB dan Pertamina dengan mengembangkan inovasi bahan bakar biofuel yang berbahan minyak sawit. Hal itu dipertegas oleh Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam Webinar The Development of Biofuels Indonesia – Brazil.

Acara webinar bertujuan untuk mengambil pelajaran atas keberhasilan Brazilia didalam mengimplementasikan kebijakan pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis tebu, khususnya keberhasilan didalam pengaturan kebijakan penentuan harga Tebu-Gula-Etanol, yang akan diadaptasi oleh Indonesia ke dalam kebijakan regulasi penentuan harga Sawit Minyak Sawit (Industrial Vegetable Oil) Bahan Bakar Biohidrokarbon serta pemberian dukungan R&D DNA sawit unggul berkelanjutan.

Kegiatan webinar dibuka oleh Menteri Ristek/BRIN Bapak Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dan Duta Besar Brazilia untuk Indonesia H.E. Ambassador Jose Amir da Costa Dornelles. Kegiatan ini akan ditutup oleh Plt. Deputi Penguatan Inovasi Kementerian Ristek/BRIN Bapak Jumain Appe. Dan dimoderatori oleh Mr. Ismunandar (Advisor/Expert Staff of Relevance and Productivity of the Ministry of Research and Technology/National Research and Innovation Agency), dan Mr. Daniel Costa Fernandes (Counsellor of Brazilian Embassy for Indonesia). Pada akhir diskusi Mr. Renato D. Godinho (Head of the Division for Energy Progress, MOFA, Brazil) menyampaikan Avenues and opportunities for Brazil- Indonesia Biofuels Cooperation and Next Steps