16 Oct 2020

Dukung Kepala Daerah Inovatif, Kemenristek/BRIN Gelar Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif

Serpong – Kementerian Riset Teknologi (Kemenristek) atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengadakan Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif untuk ketujuh kalinya. Acara yang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) atas prestasi dalam penguatan ekosistem inovasi di wilayahnya ini diselenggarakan Selasa, (13/10/2020) di Hotel Mercure Hotel BSD Tangerang Selatan.

“Saya dari Deputi Bidang Penguatan Inovasi telah menginisiasi penyusunan model pemetaan indeks daya saing daerah (IDSD) yang dapat menggambarkan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. IDSD juga dapat diartikan sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah,” ujar Plt Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN, Jumain Appe saat memberikan sambutan virtual melalui Zoom.

Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif diikuti oleh 295 pemerintah daerah, yang terdiri dari 31 Provinsi, 54 Kota dan 210 Kabupaten. Setelah melalui proses seleksi maka peserta yang masuk ke tahap final ada 18 nominator, terdiri dari 6 Pemerintah Provinsi, 6 Pemerintah Kota dan 6 Pemerintah Kabupaten.

“Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif diberikan kepada Pemda sebagai apresiasi atas prestasi dalam penguatan ekosistem inovasi di wilayahnya. Pemda dianggap sukses, baik dalam bentuk kebijakan, fasilitasi sumber daya, maupun penciptaan iklim kondusif bagi pengembangan dan penguatan inovasi. Inovasi yang punya nilai tambah, dalam bentuk komersial, ekonomi maupun sosial-budaya akan berdampak positif pada peningkatan daya saing dan kesejahteraaan masyarakat,” paparnya.

Penilaian terhadap daerah terbaik menggunakan empat komponen utama yakni, aspek ekosistem inovasi, aspek market/target produk inovasi, aspek sumber daya manusia dan aspek faktor pengkuat. Dari keempat komponen tersebut, maka dihasilkan IDSD yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan daerah terbaik.

“Tahap pertama para peserta akan melengkapi 97 indikator (kuisioner) dengan pertanyaan yang sifatnya tertutup dan searah dengan skala pilihan jawaban 1-5. Lalu 6 daerah dari masing masing katagori dengan penilaian IDSD tertinggi akan dipanggil untuk dilanjutkan ke tahap kedua. Katagori pada tahun ini terbagi 3 yaitu Provinsi, Kota dan Kabupaten,” tuturnya.

Pada tahap kedua adalah presentasi kepada juri. Juri pada tahap kedua terdiri dari Pakar Kebijakan Publik, Pakar Inovasi, Praktisi Inovasi baik dari institusi pemerintah, dunia usaha/industri, perguruan tinggi/Lembaga litbang maupun Praktisi lainnya.

“Tahap kedua memiliki 5 indikator penilaian yaitu pertama, Inovasi Pemerintah Daerah Dalam Mendorong Tumbuh-kembangnya Inovasi di Daerah. Kedua, Kolaborasi antara Akademisi, Business, Government, Communities. Ketiga, produk yang dihasilkan memberikan nilai tambah, produktivitas dan meningkatkan daya saing daerah. Keempat, ketersediaan infrastruktur digital untuk pengembangan inovasi daerah dan kelima, Inovasi untuk pencegahan, penanggulangan serta pemulihan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19,” tutup Jumain.