28 Nov 2020

Perkenalkan Produk Inovasi Penanganan Covid-19, Kemenristek Gelar Bakti Inovasi Indonesia

Yogyakarta, 27/11/2020 – Berbagai pihak di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia, saat ini sedang berjuang melawan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Salah satu aksi nyata yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) adalah pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Penanganan Covid-19.

Melalui konsonsium ini, Kemenristek/BRIN berperan aktif mengintegrasikan, menyelaraskan, mengkoordinasikan dan menyinergikan program riset dan inovasi guna penanganan Covid-19 secara cepat. Dalam waktu 2-3 bulan, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 telah menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya guna bagi masyarakat untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Produk inovatif tersebut diantaranya Rapid Diagnostic Test RI-GHA, Robot RAISA (Perawat Kesehatan), Autonomous UVC Mobile Robot, Emergency Ventilator, Powered Air Purifying Respirator, Ventilator Vent-I, Flocked swab. Selain itu dihasilkan juga produk inovasi pendukung seperti: Sequence Protein S SARS COV 2, Sistem Pencitraan Medis berbasis AI, OST D, Minuman Herbal (Teh Jahe, Teh Sereh, dan Wedang Uwuh Celup, Jamu Herbal Imunogama, Imboost Flu Herbal dan Smart Biosafety Swab Chamber (BCL-UGM).

Untuk meningkatkan pemanfaatan dan daya guna produk inovasi yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 dan mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk, dilakukan penerapan iptek melalui difusi yang dilaksanakan terhadap 27 produk ke sekitar 15 kota/kabupaten dalam wujud Bakti Inovasi Indonesia dalam rangka Penanggulangan Covid-19.

Peluncuran Bakti Inovasi ini digelar di Hotel Royal Ambarukkmo Yogyakarta pada Jumat (27/11/2020). Bakti Inovasi ini merupakan upaya memperkenalkan produk inovasi untuk penanganan Covid-19 yang dihasilkan oleh para peneliti kita, sekaligus upaya promosi agar masyarakat lebih mengenal dan mencintai produk inovasi Indonesia.

Melalui bakti inovasi ini, diharapkan daya guna dan kinerja produk inovasi dapat dievaluasi untuk kemudian dijadikan input untuk penyempurnaan produk, proses produksi atau model bisnis. Dengan demikian, tujuan penerapan iptek melalui difusi produk-produk inovasi, yaitu mendorong inovasi sebagai upaya peningkatan produktivitas pembangunan, kemandirian, dan daya saing bangsa dapat dicapai.

Produk inovasi yang didifusikan dibagi menjadi dua tahap. Tahap 1 terdiri dari 8 produk yang akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan dinas kesehatan di berbagai kota/kabupaten. Tahap 2, terdiri dari 19 produk inovasi berupa robot, pembersih UV, minuman herbal, dan immunomodulator yang akan didifusikan secara luas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pada peluncuran Bhakti Inovasi tersebut dilaksanakan rapid test kepada masyarakat, pembagian hasil produk inovasi Covid-19 seperti OST-D, wedang uwuh, teh jahe, permen cajuput, dan minyak kayuputih kepada masyarakat.

 
Sumber : Layanan Informasi Bakti Inovasi Indonesia