PENGUATAN INOVASI PERGURUAN TINGGI DI INDUSTRI

Latar Belakang

Komersialisasi hasil penelitian di perguruan tinggi (PT) di  Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara- negara lainnya, bahkan di Asia Tenggara. Menurut World Economic Forum dalam The Global Competitiveness Report 2017-2018, posisi daya saing Indonesia berada di peringkat 41 turun dari peringkat sebelumnya yaitu peringkat 37, sedangkan Singapura berada di peringkat 2, Malaysia berada di peringkat 25 dan Thailand berada di peringkat 34. Menurut WEF kualitas lembaga riset Indonesia berada pada peringkat 40, sedangkan Singapura berada di peringkat 12, Malaysia berada di peringkat 24. Sedangkan Kerjasama Perguruan Tinggi dengan Industri di Bidang R&D Indonesia berada pada peringkat 30, sedangkan Singapura berada di peringkat 8, Malaysia berada di peringkat 11.  Hal ini menunjukkan bahwa pada level ASEAN pun kita harus bekerja keras untuk mampu bersaing dengan negara tetangga.

Komersialisasi hasil penelitian merupakan proses alih teknologi dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian, pengembangan dan perekayasa (litbangyasa) ke industri sampai terjadi proses produksi masal yang dijual di pasar dan memperoleh keuntungan baik bagi industri maupun bagi lembaga pemasok teknologi hasil penelitian. Untuk produk inovatif yang dapat dikomersialisasikan harus mempunyai Tingkat Kesiapan Teknologi atau Technology Readiness Level (TRL) lebih besar dari 7  (TRL>7) dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi atau menyelesaikan permasalahan di industri. Aktivitas inovasi ini harus dikelola dengan baik untuk memaksimalkan proses komersialiasi dan mendapatkan keuntungan yang optimal. Proses alih teknologi ini juga dapat terlaksana dengan lancar apabila ekosistem usaha bersifat kondusif. Dengan demikian peran pemerintah merupakan peran kunci dalam komersialisasi hasil penelitian ke industri dalam bentuk membangun suatu ekosistem yang kondusif yang meliputi baik fisik seperti pembangunan infrastruktur, maupun kebijakan pendanaan; seperti penyediaan program pendanaan untuk hilirisasi atau komersialisasi hasil litbangyasa.

Dalam rangka membangun ekosistem usaha yang kondusif untuk komersialisasi hasil penelitian Perguruan Tinggi oleh industri, dan mendukung proses komersialisasi tersebut berjalan lancar, maka Kemenristekdikti mengalokasikan dana untuk perguruan tinggi yang kemudian   diharuskan   untuk   bermitra   dengan   para   peniliti   di Lembaga  Pemerintah  Kementerian  (LPK)/  Lembaga  Pemerintah Non   Kementerian   (LPNK)   serta   industri  untuk   menghasilkan inovasi  melalui  program “Inovasi  Perguruan  Tinggi  di  Industri”. Pendanaan  ini  juga  merupakan  instrumen  kebijakan Kemenristekdikti  untuk berkontribusi  bagi  pertumbuhan  ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Landasan hukum program ini adalah:

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknolog

  1.  Undang–Undang Nomor  17  Tahun  2007  tentang  Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang 2005–2025.
  2.  Undang–Undang Nomor  12  Tahun  2012  tentang  Pendidikan Tinggi.
  3.  Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual Serta Hasil Kegiatan Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan.
  4.  Peraturan Presiden No. 13 tahun 2015  Tentang  Kementerian, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
  5.  Peraturan  Menteri  Riset,  Teknologi  dan  Pendidikan  Tinggi Nomor 13 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2015-2019.
  6.  Peraturan  Menteri  Riset,  Teknologi  dan  Pendidikan  Tinggi Nomor   42   Tahun   2016   Tentang   Tingkat   Kesiapterapan Teknologi

Membangun  industri  berbasis  teknologi  yang  berfungsi  sebagai sarana pembelajaran skala industri dan mendorong hasil-hasil inovasi perguruan tinggi ke industry

Dalam 3 atau 4 tahun kedepan dihasilkan Industri berbasis teknologi  yang  berfungi  sebagai  sarana  pembelajaran dan mendorong hasil-hasil inovasi perguruan tinggi ke industri

Pendanaan inovasi perguruan tinggi di industri mempunyai 2 skema pendanaan yaitu :

(1)  Skema pendanaan teaching industry

(2)  Skema  pendanaan  kolaborasi  perguruan  tinggi  dengan industri

1.   Skema Pendanaan Teaching Industry

Adalah pendanaan yang diberikan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bertujuan untuk membangun industri berbasis teknologi yang berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan mendorong hasil inovasi ke industri

PTN harus membentuk Konsorsium Inovasi dimana Konsorsium melibatkan pemangku kepentingan yang terkait terdiri dari unsur perguruan tinggi, dan atau lembaga pemerintah dan atau dunia usaha   dan atau masyarakat yang bersepakat, bersinergi, berkomitmen, dan saling berkontribusi dalam hal sumberdaya (sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, serta anggaran) dalam kegiatan komersialisasi produk  inovasi.  Bentuk  konsorsium  harus  mempunyai  legalitas dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

2. Skema pendanaan kolaborasi perguruan tinggi dengan industri

Adalah  pendanaan  yang  diberikan  kepada  PTN/PTS  dan  dalam tahun berjalan telah bermitra dengan industri.  Tujuan dari pendanaan ini adalah untuk   mendorong hilirisasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan perguruan tinggi dan meningkatkan kapasitas industri dalam memanfaatkan  hasil litbang perguruan tinggi dalam negeri.